Translate

Wednesday, August 29, 2012

Books "REMEMBER ME ?"


Judul Asli : REMEMBER ME ?
Copyright © by Sophie Kinsella 2008
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Yasmine Hadibroto
Cover by eMTe
Cetakan I : Juli 2009 ; 464 hlm 
Rate : 4 of 5

[ "Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com" | source from Reading Walk's Library ]
 
Pernahkah kau memiliki keinginan untuk ‘melupakan’ berbagai pengalaman buruk dan menyedihkan dalam kehidupanmu ? Lupa akan segalanya, kemudian memulai sebuah kehidupan yang sama sekali baru ? hati-hati dengan keinginan itu, suatu hari, mungkin saja terjadi, namun akhirnya tidak seperti yang kau bayangkan ... 

Lexi Smart mengalami malam yang menjengkelkan. Acara ‘clubbing’ menjelang akhir tahun 2004, bersama sahabat-sahabat wanitanya tidak berjalan sesuai rencana. Pacarnya sama sekali tidak muncul. Ia tak menikmati suasana hura-hura, apalagi mendengarkan rencana liburan rekan-rekannya dalam menghabiskan komisi akhir tahun, karena ia TIDAK memperolehnya. Sungguh tak adil !!! Padahal ia bekerja sama kerasnya. Hanya karena waktu kerjanya kurang seminggu untuk jadi genap setahun. Sekarang menjelang tengah malam, hujan deras, tak ada satu pun taksi mau berhenti. Padahal ia ingin segera pulang, beristirahat, karena keesokan paginya ia harus menghadiri pemakaman ayahnya. Dan ketika akhirnya sebuah taksi mau berhenti, seseorang tampak berusaha menyerobotnya, Lexi berlari mengejar taksi buruannya, terpeleset, jatuh di atas trotoar dengan kepala terbentur keras, dunia langsung menjadi gelap ... 

Tuesday, August 14, 2012

Books "DOLLHOUSE"


Judul Asli : DOLLHOUSE
by Kourtney, Kim, Khloe Kardashian
Copyright © 2011 by 2DIE4Kourt, Inc., KimsAPrincess, Inc., KhloMoney, Inc.
Penerbit Esensi
Alih Bahasa : Inosensus Rotorua
Editor : Tim Esensi
Cover by  Satrio A.B.
Cetakan I :  2012 ; 328 hlm

Pertama kali ‘mendengar’ bahwa Kardashian-Sisters mengeluarkan sebuah novel, pemikiran pertama yang muncul dibenakku adalah : “Kemungkinan sebuah drama-slapstick gaya lain dari para selebriti yang memanfaatkan aji-mumpung dengan ikut-ikutan menulis novel.” --- dan anehnya, tiada sinopsis di ‘back-cover’ buku edisi terjemahan ini, membuatku semakin ‘curiga’ bahwa isinya tidak semenarik penampilan luar yang mengundang tanda tanya. Namun diriku selalu berusaha memberikan kesempatan seadil-adilnya sebelum berkomentar lebih lanjut, maka di sinilah akhirnya kubuka halaman pertama, membacanya, dan melanjutkan hingga halaman terakhir. Bagaimana hasilnya? Mari ku-ajak kalian bersama-sama memasuki dunia novel ala Kardashian-Sisters ...

~ Stories ~
Kourtney Kardashian ( source )
Keluarga Romero adalah termasuk dalam kelompok sosial ‘high-class’ berkat kedudukan David Alexander Romero sebagai produser film kenamaan. Hingga suatu hari, beliau menghilang dalam kecelakaan kapal yang aneh, dan tubuhnya tidak pernah ditemukan. Maka David dinyatakan tewas, menyusul berita buruk bahwa semua dana simpanan untuk keluarganya, dibawa lari oleh sahabat David, seorang bankir ternama. Maka Kat Romero harus segera mencari akal guna menghidupi dirinya serta ketiga putrinya : Kassidy (17 tahun ), Kamille (16 tahun), dan Kyle (12 tahun). Mereka harus menjual rumah mewah di Beverly Hills, pindah ke lokasi yang lebih sederhana dan bekerja keras dalam pengelolaan restoran baru mereka yang diberi nama Café Romero. 

Kim Kardashian ( source )
Kat mampu bersikap keras dalam kondisi terpuruk, termasuk ‘memaksa’ ketiga putrinya untuk turut bekerja di dalam pengelolaan restoran tersebut....sesuatu yang sangat besat, mengingat seumur hidupnya mereka selalu dilimpahi kemewahan, kemudahan, kenyamanan, serta dana yang tidak terbatas. Untunglah restoran tersebut berkembang dengan pesat. Dan kehidupan mereka semakin membaik ketika akhirnya Kat menikah dengan sahabat lamanya Beau LeBlanc – mantan atlet terkenal yang semenjak dulu sudah mencintai Kat. Beau membawa serta kedua anaknya dari pernikahan sebelumnya, Benjamin ‘Benjy’ LeBlanc dan Brianna ‘Bree’ LeBlanc, dan kedua anggota keluarga yang berbeda ini mampu menyesuaikan diri dan saling cocok satu sama lain. 

Khloe Kardashian ( source )
Kini kehidupan baru keluarga Romero-LeBlanc mulai berjalan dengan lancar, setidaknya bagi sebagian diantara mereka. Café Romero sukses dengan pengawasan Kat serta si sulung Kass (21 tahun) yang pandai mengelola serta memiliki tanggung jawab tinggi. Sedangkan Kamille (20 tahun)  yang cantik dan menarik, lebih tertarik pada dunia glamour dan selebriti, maka tak heran ketika mendapat kesempatan di dunia modelling ia langsung ‘terjun’ ke dalamnya. Kyle (16 tahun) sepantaran dengan Benjy (16 tahun), namun prestasi keduanya berbeda jauh. Benjy adalah murid teladan dan tidak pernah merepotkan, sedangkan Kyle selalu berbuat ulah yang menyebabkan kedua orang tuanya harus sering ‘dipanggil’ menghadap ke sekolah sehubungan dengan ulahnya. Anggota termuda keluarga ini, Bree yang masih berusia 10 tahun, sangat memuja kakak-kakak perempuannya, terutama Kyle yang paling dekat usia dengannya. 

source )
Kemudian mulailah drama babak pertama yang berlanjut dengan babak kedua dan seterusnya. Tentang hubungan percintaan, perjodohan, pengkhianatan, perselingkuhan, pertengkaran, tragedi, kejutan, diramu dengan plot serta alur yang lumayan cepat, tak lupa ending yang membuat rasa penasaran tentang kehidupan keluarga Romero !!  

~ My Opinion ~
Ok, sampai dengan pertengahan novel ini dugaan awalku benar adanya. Kisah ini merupakan ‘prototype’ kehidupan pribadi keluarga Kardashian. Bahkan nama-nama mereka pun mirip beserta berbagai problema di dalam keluarga yang tertuang dalam acara reality-TV yang berjudul ‘Keeping Up with the Kardashians’. Siapa pun yang pernah menonton acara ini akan mudah menebak siapa tokoh-tokoh yang menjadi model para karakter di dalam novel ini. Meski demikian para penulis ini berusaha memasukkan unsur tambahan serta ‘surprise’ yang lumayan mengejutkan. Misalnya hubungan singkat antara Kyle dan Benjy, atau bagaimana Kass bisa mabuk, berhubungan tanpa sadar dengan kekasih saudaranya hingga hamil tanpa memiliki pasangan. Atau bagaimana Kat yang sudah dianggap berumur masih bisa ‘hamil’ dan akan memiliki anak yang usianya lebih muda dari cucu pertamanya ...

source )
Jika Anda belum terbiasa dengan berbagai adegan serta kisah seperti ini, bersyukurlah karena berarti Anda bukan termasuk pengikut acara show-reality yang mengeksploitasi dunia glamour, pergantian pasangan, selingkuh, affair, pamer kekayaan dan sejenisnya. Namun jika Anda sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini, maka kisah yang dituangkan dalam novel ini mampu memberikan ‘hiburan’ tersendiri bagi para pembacanya. Terlepas dari segala macam norma kesopanan atau etika tata susila, para penulis ini mampu menyajikan suatu kisah yang menarik sekaligus menyegarkan --- dalam artian mereka mengetahui segala jenis kebobrokan serta keburukan dunia yang mereka jalani, tetapi masih mampu ‘menertawakannya’ lewat permainan karakter-karakter dalam kisah ini, yang notebene akan langsung dianggap mengacu pada kehidupan pribadi mereka sebenarnya.

source )
Dan perlu diingat pula, kisah novel dengan tema serupa telah dibuat bertahun-tahun silam oleh para penulis yang juga terkenal. Sebut saja Sidney Sheldon, Barbara Taylor Bradford, Jackie Collins serta saudaranya Joan Collins yang juga merupakan aktris soap-opera terkenal. Tapi apa yang membuat kisah ini berbeda ? Karena popularitas kehidupan ‘Kardashians’ merupakan kehidupan nyata yang sanggup dilihat oleh khalayak umum. Sesuatu yang kelihatan begitu ‘realistis’ tentu mengundang daya-tarik tersendiri bagi penonton, meskipun bisa jadi terjadi rekayasa guna mendongkrak popularitas serta rating show mereka. Sebelum menutup kesan-ku atas bacaan ini, Kardashian-Sisters memang terbukti pandai memanfaatkan momentum serta kesempatan untuk mendongkrak karir mereka serta memompa pemasukan income yang lumayan pula. Dan ini adalah sebuah novel yang ‘lumayan bagus-lumayan menghibur-dan menarik rasa penasaran seandainya ada sekuel dari kisah ini’ ... who knows (^_^) and yes indeed it’s a guilty pleasures to read it !!!   

“It’s Predictable – Interesting – Funny – Surprising – yet More Surprise and Makes  Me Curios”

~Kardashian Konfidential~ ( source )
Tentang Penulis :
Berbicara tentang penulis maka kita harus mengungkap siapakah keluarga Kardashian yang terkenal ini. Di mulai dari kematian sang ayah Robert George Kardashian akibat kanker ganas pada usia 59 tahun, beliau yang merupakan pengusaha besar serta pengacara terkenal yang tergabung dalam tim pembela mewakili O.J. Simpson yang dituduh membunuh istri serta pasangannya secara brutal, dan tentu saja membuatnya menjadi sosok terkenal di kalangan publik Hollywood. 

Kardashian-Jenner Family ( source )
Kemudian kehidupan mantan istrinya Kris Jenner, dengan keempat anaknya : Kourtney, Kimberly, Khloé, dan Robert Jr. Kardashian, yang menikah dengan Bruce Jenner dan menghasilkan 2  putri : Kendall dan Kylie, dimana mereka semua terkenal berkat acara reality TV berjudul ‘Keeping Up with the Kardashians’ yang disiarkan pertama kali pada Oktober 2007 melalui stasiun TV : E! Dan hingga saat ini telah merilis season ke-7 serial ini dan akan terus berlanjut hingga season ke-9. 

Kesuksesan ‘Keeping Up with the Kardashians’ menyusul dengan TV reality lain dengan judul ‘Kourtney & Khloé Take Miami’, ‘Kourtney & Kim Take New York’  dan ‘Khloé & Lamar’ yang masing-masing mendulang kesuksesan hingga berlanjut ke season-season berikutnya. Selain sukses sebagai model serta acara reality TV mereka, kehidupan masing-masing angggota Kardashian tak  pernah lepas dari gosip setiap harinya. 

source )

source )
Kourtney sebagai putri tertua, hingga saat ini menjalani bisnisnya dengan serius serta menyibukkan diri dengan kedua anaknya Mason Dash Disick (14 Desember 2009) dan Penelope Scotland Disick (8 Juli 2012) bersama partnernya Scott Disick. Sedangkan Kim yang populer lewat foto-foto telanjangnya di majalah Playboy, kegemarannya berganti-ganti pasangan, sekaligus menjadi ikon fashion dan trendsetter dunia adibusana, menjadikannya sosok yang paling dicari oleh paparazzi. Khloé yang nyentrik dan selalu berdandan aneh (benar-benar sesuai dengan karakter Kyle yang digambarkan sebagai pemberontak), akhirnya mulai sedikit berubah lebih tekun dalam bisnis keluarganya serta kesibukannya sebagai penyiar radio, terutama semenjak ia menikah dengan Lamar Odom – pemain basket terkenal dari LA Clippers, member of NBA. 

Kardashians Family with Oprah Winfrey ( source )
Best Regards, 
* Hobby Buku * 

Event "Posting Bersama Review DOLLHOUSE" dengan BBI dan Penerbit Esensi.

[ Linky is close ]
see all the participants at here : 

  1. HobbyBuku | Blog My Little Garden of Story
  2. Ally | Blog It's All About Books
  3. Oky | Blog Kumpulan Sinopsis
  4. Inge | Blog Bacaan Inge  
  5. Danee | Blog Melihat Kembali 
  6. Ferina | Blog Lemari Bukuku 
  7. Alvina | Blog Mari Ngomongin Buku  
  8. Helvry | Blog Blog Buku Helvry 
  9. Truly | Blog Review 
  10. Asrina M | Blog Kubukabukuku

Monday, August 13, 2012

Books "NEGERI PARA BEDEBAH"


Books “ NEGERI PARA BEDEBAH “
Copyright © by Tere-Liye
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-01 : Juli 2012 ; 440 hlm
Desain & Ilustrasi Cover by eMTe 

Melihat judul buku ini, sungguh mengundang perhatianku, apalagi saat membaca preview di sampul belakang bukunya : “ Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibandingkan kisah nyata. “ – nah, ini merupakan sebuah undangan bagi diriku yang notabene penggemar berat fiksi, meskipun terus terang, bacaanku mayoritas merupakan fiksi terjemahan, untuk fiksi karya asli bisa dihitung dengan jari. Mengapa ? Karena sekian tahun membaca berbagai fiksi karya asli yang makin lama semakin marak dengan penulis baru, namun hanya beberapa judul yang mampu memberikan ‘sesuatu-yang-lebih’ daripada sekedar bacaan ringan yang tak akan kubaca ulang. Melihat nama penulis buku ini pun, sudah cukup sering, tapi entah diriku tak pernah tergugah untuk membacanya, hingga sekarang ... mungkin juga deskripsi ‘bedebah’ ini yang mampu mengusik rasa penasaran. Untuk membuktikannya, mari kita sama-sama menyimak apakah isi kisah setebal 400 halaman ini.

Christian Bale as Bruce Wayne ( source )
Kisah dibuka dengan adegan  di luar negeri, tepatnya di atas pesawat udara, saat konsultan keuangan yang terkenal secara International sedang menjalani wawancara di atas pesawat, karena ia super-sibuk dengan jadwal padat keliling dunia. Pemuda bernama Thomas yang asli orang Indonesia, namun memiliki kemampuan analisa yang membuat setiap perusahaan besar di dunia, memanggil dirinya sebagai konsultan pribadi di bidang keuangan dengan bayaran tinggi. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, cakap, menarik, suka berolahraga dan suka dengan tantangan, salah satunya dengan bergabung dalam klub rahasia semacam ‘fight-club’ yang melibatkan orang-orang yang juga memiliki posisi serta status tinggi. Sejauh ini sosok Thomas digambarkan bak ’most-wanted-bachelor-of-the-year’ ditambah dengan latar belakangnya yang misterius, yatim-piatu tanpa kerabat, hingga tak satu pun orang mengetahui siapakah Thomas sebenarnya (mmm...apakah ini mengingatkan dirimu akan karakter tertentu ?)

Kemudian alur kisah mulai sedikit berubah, dimulai dengan telepon pada dini hari ke hotel tempat Thomas bermalam, disusul kemunculan sosok yang mengingatkan dirinya pada masa lalu yang berusaha ia lupakan, dan permintaaan bantuan dari salah satu orang yang masih memiliki pertalian darah dengan dirinya. Sang paman yang dipanggil sebagai Om Liem – pemilik utama Bank Semesta, terancam akan ditutup oleh otoritas bank sentral karena tak mampu menutupi hutang. Yang lebih parah, Om Liem akan ditangkap dan ditahan sampai keputusan resmi komite dikeluarkan. Maka Thomas harus melakukan sesuatu agar hal itu tidak terjadi. Ia harus melarikan Om Liem, karena tanpa kehadiran serta tanda tangan beliau, maka Bank Semesta tidak bisa dibekukan atau diambil alih. Thomas harus mencari akal untuk mengeluarkan Om Liem dari kepungan para polisi yang menjaga kediamannya dengan ketat. 

Tom Cruise as Ethan Hunt ( source )
Dan dimulailah petualangan Thomas dalam melarikan serta mencari persembunyian bagi Om Liem. Thomas harus berlomba dengan waktu, karena ia hanya memiliki waktu dua hari, sebelum pada hari Senin akan turun penyelidikan resmi terhadap kondisi Bank Semesta. Bagaikan menonton aksi Jason Bourne, Thomas harus mengerahkan segenap akal dan strategi guna mencari jalan agar Bank Semesta tidak ditutup (selain alasan pribadi, disinggung pula bahwa penutupan sebuah bank yang memiliki koneksi Internasional ini justru akan berdampak buruk bagi kondisi keuangan negara), tapi juga selalu menghindari kejaran pihak berwajib.  Thomas memiliki kekayaan serta kekuasaan dan koneksi yang memungkinkan dirinya menembus berbagai peraturan (istilah lainnya : membelokkan aturan), apalagi tiada satu pun yang mencurigai keterlibatannya dalam masalah ini, selain berkaitan dengan profesinya sebagai konsultan keuangan. 

Emma Stone ( source )
Latar belakang hubungan Thomas sebagai keluarga dekat dengan pemilik Bank Semesta, tiada yang mengetahui kecuali pihak keluarga, namun akhirnya seorang wanita, jurnalis yang sebelumnya diperolok oleh Thomas dalam sebuah wawancara, ternyata mampu menggali serta mengorek ‘rahasia yang dipendam’ sekian lama. Wanita cantik bernama Julia ini mengancam untuk membeberkan hal ini ke masyarakat umum, maka Thomas harus mencari akal baru untuk membuat wanita ini berada di pihaknya. Dan satu-satunya jalan adalah dengan berterus-terang tentang masa lalu yang pahit, yang membuat dirinya menjadi anak yatim-piatu pada usia 10 tahun, tentang konspirasi keji yang dibuat oleh pihak-pihak serakah tanpa memperdulikan nasib korbannya. 

source )
Nah, jika Anda menyimak pada awal-awal kisah, banyak mengupas teori serta kuliah singkat tentang dunia keuangan, mungkin ada yang menjadi malas untuk meneruskan bacaan ini....saranku, jangan berhenti, karena memasuki pertengahan kisah, justru semakin menarik, penulis pandai menggunakan alur yang cepat serta menyajikan adegan-adegan action yang lumayan menegangkan. Adapun bagiku, persinggungan masalah teori keuangan cukup menarik untuk disimak, karena meski ada beberapa istilah yang mungkin asing bagi sebagian besar orang, namun penulis bisa memberikan penjelasan singkat, tidak terlalu bertele-tele, dan kembali pada adegan seru kejar-mengejar. Apakah ini bisa dimasukkan dalam kategori fiksi berat, ya dalam arti ketebalannya ... (^_^), jika dari segi materi justru lumayan ringan, Jangan terkecoh dengan segala teori serta kuliah singkat di depan. Meski sangat bermanfaat untuk menambah pengetahun, namun hal itu bukanlah tema utama kisah ini. 

source )
Jika ada yang sedikit mengganjal hanya kesan ‘heroisme’ yang terpapar lewat tokoh Thomas. Jangan salah dengan mengartikan diriku tak suka dengan sosok pahlawan, justru kesukaanku membaca semasa kecil lewat sosok-sosok pahlawan seperti Robin Hood, atau Gatot Kaca dan Sri Rama. Tentu saja semakin dewasa, perbendaharaan tentang ‘karakter’ pahlawan juga semakin berkembang. Maka diriku lebih suka dengan sosok pahlawan yang ‘bukan-serba-bisa’ bak agen 007 yang mampu menumpas kejahatan serta ketidakadilan dalam sekejab mata --- ‘that’s not real you know?’. Bahkan karakter Batman atau Spiderman yang kemarin heboh dalam penayangan edisi terbaru, telah dibuat versi yang sedikit lebih realistis dibanding versi lama yang notabene penggambaran karakter yang tak terkalahkan (ok, mungkin bukan Spiderman versi terbaru).

Richard Dean Andersen as Macgyver ( source )
Karakter Thomas ini sudah terbentuk dengan bagus pada awalnya, dengan latar belakang yang kelam, tekad membalas dendam alih-alih berubah menjadi misi penyelamatan pula, berhadapan dengan masalah ia masih mampu berpikir untuk mencari solusi dengan kecerdikan ala Macgyver (memanfaatkan situasi dan beradaptasi dengan kondisi), akan tetapi sayangnya justru menjelang penyelesaian seakan langsung ‘melompat’ menuju ke happy ending, misi terwujud, yang jahat kalah, tinggal sang pemenang. Entah jika penulis berniat membuat semacam kelanjutan kisah petualangan ini (yang menurutku bisa dikembangkan menjadi kisah yang tak kalah menariknya). So what’s the verdict on my first reading on this kind novel ? It’s was good, but still can be improve more, so 3 stars to “Negeri Para Bedebah” by Tere-Liye. 

Best Regards,
* Hobby Buku *

Thursday, August 9, 2012

Books "ISTANA MIMPI"


Books “THE PALACE OF DREAMS”
Judul Asli : NEPUNESI I PALLATIT TE ENDRRAVE 
( pada tahun 1981 di Albania )
Copyright © Librarie Arthéme Fayard 1990
Penulis : Ismail Kadare
Penerbit Serambi Ilmu Semesta
Alih Bahasa : Fahmi Yamani
Editor : Adi Toha & Dian Pranasari
Cetakan I : Juni 2012 ; 274 hlm 

Mark-Alem, pemuda keturunan keluarga Quprili – salah satu garis keturunan keluarga yang usianya sangat tua, yang berpengaruh besar semasa pemerintahan Kekaisaran Ottoman. Namun pada pagi ini, saat hari pertama ia akan bekerja, kebanggaan serta nama keluarganya menjadi sebuah beban tersendiri. Mark-Alem akan bekerja di Tabir Sarrail atau Istana Mimpi, wilayah yang paling rahasia serta tertutup, namun memiliki peran besar dalam Kekhalifahan. 

Meski belum memiliki pengalaman khusus, Mark-Alem langsung diterima di bagian Penyortiran, tanpa harus menempuh jalur jenjang karir dari bawah, misalnya Penerimaan atau Penyalinan. Meski menduga bahwa nama keluarganya sedikit berpengaruh terhadap keputusan itu, ia tetap tak mampu mengenyahkan ‘wejangan’ serta ‘peringatan tajam’ yang diberikan oleh pejabat penerimanya, dari benaknya. 

“Kamu akan bekerja di bagian Penyortiran karena kamu cocok untuk kami. Dan ingat, bahwa yang diharapkan darimu adalah kerahasiaan sepenuhnya. Jangan pernah lupakan bahwa Tabir Sarrail adalah sebuah institusi yang benar-benar tertutup untuk dunia luar.”
( from ‘Istana Mimpi’ by Ismail Kadare | p. 22 )

Tugas Mark-Alem di bagian Penyortiran adalah memilah-milah setiap mimpi yang masuk  dari penjuru negeri. Mulai dengan mengeliminasi mimpi-mimpi yang tidak menarik, mimpi-mimpi pribadi yang tidak berhubungan dengan pemerintah.  Kemudian mimpi-mimpi yang berhubungan dengan hawa nafsu manusia, seperti rasa lapar atau kenyang, dingin atau panas, dan sejenisnya. Lalu ada pula mimpi-mimpi palsu, yang tidak pernah terjadi dan diciptakan oleh orang-orang ambisius, gila mitos atau seorang provokator. Semuanya harus dilenyapkan. Namun tidak mudah membuat klasifikasi dari campuran unsur-unsur yang berbeda-beda. Dibutuhkan pengalaman serta kedewasaan dalam cara berpikir. Dan Mark-Alem harus segera menguasai kemampuan tersebut. 

Dalam beberapa hari kedepan, Mark –Alem berusaha mencari dan menyerap berbagai pengetahuan yang dapat membantu dirinya lebih memahami serta menguasai pekerjaannya. Ia mendapati selain divisi Penyortiran, masih ada divisi yang sangat rahasia yaitu Tafsir – dimana mimpi-mimpi yang sudah disortir akan dicari makna-maknanya lebih dalam, dan setiap hari Jumat, Pegawai Mimpi Utama akan memilih satu mimpi untuk dijadikan Mimpi Utama yang dibawa kepada sang Sultan. 

Mark-Alem berharap dengan bertambahnya hari, ia akan semakin mahir dalam melakukan identifikasi serta klasifikasi tumpukan arsip mimpi-mimpi di hadapannya. Namun ia justru lebih sering merasa frustasi dengan keanekaragaman mimpi yang dihadapinya. Sering kali timbul keinginan untuk langsung membuang arsip mimpi yang menjemukan ke bagian ‘Tidak Berguna’ ... namun kemudian ia kembali ragu-ragu, bagaimana jika ia salah memasukan kategori, maka dengan berbagai alternatif pilihan ‘simpang-siur’ dibenaknya, ia mencoba menentukan pilihan yang dirasa lebih cocok dan masuk akal. 

“Sebidang tanah kosong di dekat sebuah jembatan; semacam tanah kosong di mana orang membuang sampah. Di tengah-tengah sampah, debu, dan toilet yang rusak, sebuah alat musik aneh bermain sendirian hanya ditemani seekor banteng yang sepertinya kesal dengan suara itu dan berdiri di dekat jembatan lalu melenguh.”
(  ~ mimpi seorang pedagang jalanan | from ‘Istana Mimpi’ by Ismail Kadare | p. 57 )

Setelah beberapa bulan di bagian Penyortiran, tiba-tiba Mark-Alem dipanggil dan mendapatkan kenaikan status, kini ia akan bekerja di divisi Tafsir – yang berarti semakin dekat dengan posisi Pegawai Mimpi Utama, jalur yang akan membawanya ke puncak Tabir Sarrail. Alih-alih menjadi lebih lega, Mark-Alem justru mendapati sakit kepalanya bertambah. Beban yang dipikul jauh lebih besar, dan arsip-arsip di hadapannya semakin rumit dan kompleks.  Satu-satunya perhiburan yang ia rasakan ketika bisa bertemu dengan orang-orang yang bekerja di bagian lain Tabir Sarrail tersebut. 

Ia jadi mengetahui rahasia-rahasia yang terjadi di dalamnya. Bagaimana mimpi-mimpi dikumpulkan oleh para Pembawa Mimpi dari setiap penjuru negeri untuk didaftarkan ke bagian Penerimaan. Lalu adanya ruangan-ruangan yang selalu dijaga dengan ketat, disebut sebagai ruangan Pengasingan, tempat Pegawai Mimpi Utama melakukan interogasi pada para pemimpi yang mimpi-mimpinya terpilih. Semua informasi itu terserap dalam benaknya, membuat dirinya semakin tertutup terhadap orang-orang di luar Tabir Sarrail, bahkan kepada keluarganya pun Mark-Alem tak mampu berbagi rahasia ini. 

Suleiman the Magnificient ( source )
Dan pada puncaknya, saat pertemuan keluarga yang diadakan di kediaman paman tertuanya, sang Wasir – Menteri Luar Negeri dan keturunan terhormat keluarga Quprili, terjadi tragedi yang mengerikan, tragedi yang membawa kejatuhan serta awal peperangan yang akan mengusik ketenangan penduduk Albania. Mark-Alem mendapati bahwa dirinya tanpa sadar berperan besar sebagai penyebab timbulnya tragedi tersebut. Kehidupan dan masa depannya berubah total. Impian yang selama ini didam-idamkan akhirnya tercapai, ia menmperoleh jabatan tertinggi, namun betapa besar pengorbanan yang harus dilakukannya. Dan betapa semakin sepi dan sunyi hatinya melihat masa depan yang menjelang ...

Kesan :
Sebuah kisah yang dituturkan dengan kata-kata yang lugas, namun anehnya bisa mengundang makna ganda. Bagai sosok Mark-Alem yang kebingungan membaca arsip-arsip mimpi di hadapannya, diriku merasa senasib dengannya saat membaca kisah ini. Meski secara garis besar, sebuah gambaran nyata tentang maksud sang penulis mampu kuraba, namun diriku masih juga ‘berkutat’ dengan berbagai kiasan yang dipaparkan....dan berusaha menduga-duga, apakah ada makna atau tujuan lain yang hendak disampaikan ?? 

source )
Di dalam kisah ini disinggung sejarah keluarga Quprili yang berasal dari terjemahan kata ‘Ura’ dalam bahasa Albania, saat mereka masih menganut agama Kristen, berganti nama menjadi Köprülü menjelang masa pemerintahan Dinasti Ottoman / Dinasti Turki yang membawa  mayoritas merupakan masyarakat muslim. Jika menilik kisah yang disajikan oleh penulis, maka bisa diduga bahwa ‘pergesekan’ serta ‘perebutan’ kekuasaan di Albania bersumber dari sejarah serta kekuatan keluarga Quprili sebagai pendukung terbesar, dengan Kekhalifahan yang diperintah oleh Sultan dari garis keturunan Turki. 

Battle of Kosovo 1389 ( source )
Sejarah mencatat tragedi perang terbesar yang memusnahkan sebagian besar wilayah Balkan dan mengawali era kekuasaan yang dilakukan oleh Dinasti Turki, lewat Perang Kosovo ( 1389 ), dilanjutkan dengan serangkaian penaklukan dan penyebaran  kekuasaan di wilayah Eropa, disertai jatuhnya dinasti-dinasti besar, hingga kejatuhan Constantinople ( sekarang menjadi Istanbul – ibukota Turki ), menyusul penyerangan terhadap kekaisaran Romawi. 

Melalui Dinasti Ottoman ini dibentuk sistem pemerintahan baru yang berpusat pada Sultan sebagai pemimpin utama masyarakat. Penduduk asli Albania, yang merupakan daerah penaklukan, harus belajar mengikuti pahan serta ajaran utama sang pemimpin. Sebagaimana perlakuan rezim-rezim yang berkuasa, kebebasan adalah sebuah harga yang sangat mahal untuk dinikmati individu-individu yang lahir, besar, dan bermukin di sana. Penulis dengan cerdik menggunakan kiasan ‘mimpi-mimpi’ yang dicuri oleh pemerintah, baik mereka memberikan secara sukarela atau dengan paksaan. 

“Tugas Istana Mimpi, yang diciptakan langsung  oleh Sultan yang berkuasa, adalah mengklasifikasi dan memeriksa tidak hanya mimpi beberapa individu tertentu, tetapi ‘Tabir’ secara keseluruhan : dengan kata lain, semua mimpi dari semua rakyat tanpa pengecualian sedikit pun. Gagasan penciptaan Tabir oleh Sultan adalah Allah menyampaikan peringatan lewat mimpi-mimpi dunia ...”
( from ‘Istana Mimpi’ by Ismail Kadare | p. 19 )

'The Story Teller at coffe-house' ( source )
Maka dengan propaganda yang sangat cerdik, sang pemimpin mampu mengendalikan serta mengantisipasi terjadinya pemberontakan. Salah satu fakta yang juga diungkapkan oleh penulis bahwa peran terpenting dalam Kekhalifahan adalah divisi Tafsir Mimpi, karena di sinilah kunci-awal munculnya Mimpi Utama, meski mimpi tersebut bisa jadi merupakan hasil rekayasa yang mampu mengendalikan pemerintahan. Sekedar melengkapi rasa ingin-tahu, kucoba mencari kaitan kata ‘tafsir’ --- ternyata merujuk pada penjelasan lebih lanjut tentang isi dari Kitab Suci (dalam hal ini yang dimaksud adalah Al Qu’arn), dan yang lebih utama disebutkan syarat melakukan tafsir tidak boleh dilakukan oleh sembarang pihak melainkan oleh organisasi yang ditunjuk secara resmi ... terjemahan bebas, namun entah mengapa cocok dengan maksud sang penulis lewat kisah ini. 

Albanian Rebels vs Ottoman Empire ( source )
Dan sebelum menutup pemahamanku atas bacaan yang penuh dengan ‘tafsir’ ini, dengan rendah hati kucoba menuliskan pemikiran dari kisah ini, namun belajar dari pengalaman Mark-Alem, sebuah tafsir sederhana bisa membawa kita pada jalan yang berbeda, maka hendaklah berhati-hati dalam melakukan sebuah penafsiran, agar tidak timbul tragedi yang akan disesali. Dan sungguh bersyukur diriku bisa menikmati kehidupan yang lebih ‘bebas’ dalam menentukan kemana jalan kehidupan yang akan kutempuh. Jika Anda masih ‘membelenggu’ diri sendiri dengan berbagai keterbatasan, maka tiada bedanya dengan sosok Mark-Alem, jenjang karirnya melesat tinggi hingga ke puncak, namun tiada ‘kehidupan’ di dalam hatinya, tiada sedikit pun pemberontakan untuk kehidupan yang sama sekali baru, hanya menanti kapan salju berikutnya akan turun .... 

Tentang Penulis :
Ismail Kadare dilahirkan pada tahun 1936 di kota pegunungan Gjirokaster, di dekat perbatasan Yunani. Dia adalah penyair dan penulis novel paling terkenal di Albania. Sebelum menulis novel pertamanya, ‘The General of the Dead Army’, dia telah menulis beberapa kumpulan puisi dan cerita pendek. Dalam sebagian karyanya, dia mengisahkan sejarah Albania yang kental dengan kediktaktoran. 

Karya-karya Kadare telah menjerumuskan dirinya ke dalam sejumlah konflik dengan penguasa sejak 1945 sampai 1985. Pada 1990, dia meminta suaka politik ke Prancis dan kini membagi waktunya antara Paris dan Tirana, ibukota Albania. Pada 1992, dia mendapat penghargaan sastra internasional Prix Mondial Cino Del Duca, dan pada tahun 2005 mendapat Man Booker International Prize yang perdana atas pencapaiannya dalam dunia sastra, dan pada tahun 2009 penghargaan Prince of Asturias untuk bidang seni. Kadare telah berkali-kali dinominasikan sebagai pemenang Nobel Sastra. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam tiga puluhan bahasa.

Best Regards, 
* Hobby Buku *

Tuesday, August 7, 2012

Books "UNFORGETTABLE LOVE"

Books “UNFORGETTABLE LOVE”
Judul Asli : There A Love Called Unforgettable
Copyright © Tang Xiao Lan, 2010
Penerbit Serambi Ilmu Semesta
Alih Bahasa : Christanti Yuliana
Editor : M. Sidik Nugraha & Dian Pranasari
Cetakan I : Juni 2012 ; 589 hlm 

Zhuo Xiao Bing – seorang wanita muda, cantik dan menarik, cerdik sekaligus tangkas dalam melakukan pekerjaannya sebagai pemburu berita di dunia hiburan. Ia mampu menyelidiki serta memotret pasangan selebriti yang terlibat hubungan rahasia, kemudian menjualnya pada tabloid yang berani membayar mahal. Dan kali ini pun ia melakukan hal yang sama, ketika aktris terkenal He Li terlihat bersama seorang pria tak dikenal. Hasil pemotretan tersebut menambah pemasukan uang yang tidak sedikit ke kantongnya, namun yang tidak ia ketahui, peristiwa itu menjadi awal perubahan dalam kehidupannya. 

Dimulai dengan penugasan mendadak dari Wakil Editor Dong Wei, agar ia menggantikan tugas wawancara eksklusif dengan pimpinan baru Du Lun Entertainment – sebuah perusahaan media terbesar di Hong Kong, yang sedang membuka cabang di Cina. Xiao Bing menduga penugasan mendadak ini merupakan ‘balas-dendam’ Dong Wei yang merupakan sahabat baik aktris He Li yang menjadi headline di tabloid gara-gara potret Xiao Bing. Namun ia sama sekali tak menduga hal ini berbuntut panjang. Karena Direktur Du Lun Cina yanga harus ia temui adalah Tang Zheng Heng – pria yang ia potret sebagai ‘kekasih rahasia’ He Li. Dan pria tampan tapi dingin dan angkuh itu membalasnya dengan tindakan yang justru menempatkan Xiao Bing pada posisinya --- sebagai berita utama dalam tabloid !!

Skandal lama terlupakan, skandal baru menjadi berita hangat yang dicari dan diburu. Xiao Bing mendapati dirinya yang selalu menjadi pemburu, kali ini menjadi mangsa buruan. Dan sekali lagi Dong Wei menjatuhkan keputusan : agar Xiao Bing pergi keluar dari Beijing, meliput kontes pemilihan bakat di Shanghai, sebuah tugas remeh yang biasanya dikerjakan oleh pegawai pemula. Xiao Bing tahu bahwa Dong Wei sudah lama memendam keinginan ‘mengusir’-nya, maka tanpa mampu bertindak lebih jauh, terlebih mengingat situasi yang dihadapinya, ia menyiapkan diri bepergian beberapa lama, sampai ‘hukumannya’ dicabut kembali. 

Xiao Bing adalah seorang pekerja keras, sehingga meskipun ia tahu ini merupakan tugas-hukuman, ia tetap menjalankannya sepenuh hati. Apalagi saat di kontes tersebut, ia bertemu pemuda menarik bernama Xiao Ling, bocah nakal yang periang dengan wajah imut dan lucu yang memiliki tanda lahir berupa tahi lalat air mata di sudut kiri bawah matanya. Bocah yang nama aslinya Tong Jing Liang ini langsung mengingatkan Xiao Bing akan kenangan masa lalu serta janji yang telah diucapkannya. Kontes pemilihan bakat yang telah mencapai pemilihan sepuluh besar ini ternyata berjalan tidak semulus yang tampak di permukaan. Xiao Bing yang sepanjang hidupnya bekerja dengan mengandalkan intuisi serta kejelian untuk melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya, menaruh kecurigaan pada beberapa hal yang ia lihat di belakang layar. 

what if : 'Si Won as Tang Zheng Heng'
Dimulai dengan persaingan ketat antara Tong Jing Liang dengan He Feng Lei serta peran serta Du Xiao – salah satu finalis pemenang dari Shanghai yang diunggulkan. Dan ketika Xiao Bing melihat pertemuan rahasia antara Du Xiao dengan aktris He Li, yang membuatkan penasaran mengapa aktris setenar He Li khusus datang ke acara remeh seperti ini. Ternyata penyelidikan Xiao Bing membawanya kembali kepada Du Lun Entertainment, dengan menghubungkan antara Tang Zheng Heng-He Li-Du Xiao maka akan terbentuk konspirasi rahasia yang memanfaatkan kontes pemilihan bakat itu. 

Xiao Bing memiliki agenda rahasia tersendiri selain berusaha mengeruk keuntungan dari rahasia yang ia ketahui itu. Dengan memanfaatkan segenap cara serta kekuatan ‘pengaruh’ yang ia miliki, maka ia pun berjuang ‘membantu’ Tong Jing Liang secara diam-diam. Dengan menggunakan perhatian He Feng Lei yang tulus mengasihi Tong Jing Liang, meski dari luar mereka selalu tampak berkelahi,  Xiao Bing secara tidak langsung menyarankan agar mereka berdua saling mendukung, sehingga gabungan kekuatan suara mereka berdua sebagai salah satu finalis dengan pendukung besar, akan mampu menandingi kekuatan suara yang memilih Du Xiao yang tampaknya memiliki suara terbanyak. Penggabungan dua idola yang memiliki pengikut tidak sedikit itu membuat posisi yang semula tertinggal jauh, menjadi setara. Penampilan Tong Jing Liang yang polos serta latar belakangnya yang mengharukan, mampu di-ekspos oleh penyelenggara, sehingga penonton menjadi jatuh-hati pada bocah imut  yatim-piatu dengan suara menghanyutkan, yang sedang dalam misi mencari ibunya yang hilang lewat kontes ini. 

what if : 'Donghae as Ji Si Nan'
Tong Jing Liang akan mampu mengalahkan Du Xiao, namun Xiao Bing tahu ia harus turun-tangan langsung karena kendali bukan berasal dari jumlah suara pemilih, melainkan di tangan pimpinan Du Lun Cina yang berdiri di belakang layar. Satu-satunya jalan yang ia ketahui adalah berhadapan langsung dengan Tang Zheng Heng – pria yang menakutkan, namun mampu menghadirkan perasaan lain di hati Xiao Bing, perasaan yang tak pernah ada sebelumnya karena ia telah ‘mematikan dan menulikan’ hati serta jiwanya terhadap satu hal : Cinta Kasih- sebuah harga yang mahal, yang hanya akan menyakitkan pada akhirnya. Tanpa ia ketahui, Tang Zheng Heng pun memiliki rahasia kelam yang menjadi beban hidupnya selamanya, rahasia yang menyangkut kehidupan masa lalu Xiao Bing. Dan kini wanita yang wajahnya membayangi mimpi-mimpi buruknya, ada di depannya, berusaha menegosiasikan nasib seseorang. 

Zhu Xiao Bing adalah wanita yang pantang menyerah, dengan kemauan keras serta tekad bulat, ia menjaga orang-orang yang ia kasihi meski ia lakukan secara diam-diam. Dan ia sudah mendidik dirinya agar tidak menjadi orang yang ‘lemah-hati’ dalam dunia hiburan yang ganas, saling menikam satu sama lain. Pertarungan yang melibat antara dua raksasa media Du Lun Entertainmet dan Tian Yi, ternyata berbuntut pada perseteruan serta perebutan kekuasaan di dalam kerajaan bisnis Du Lun, antara putra tunggal serta putra hasil hubungan gelap, yang menyeret kehidupan sekian banyak orang, sehingga masing-masing saling ‘menikam’ tanpa tahu secara jelas duduk permasalahannya.  

what if : ' Tiffany as Zhu Xiao Bing '
Kesan :
Membaca kisah drama yang penuh dengan intrik serta konflik yang berkesinambungan ini sungguh sangat menarik, sekaligus menggugah rasa penasaran. Meski sudah bisa menduga-duga berbagai rahasia yang baru terungkap secara bertahap, tetap saja unsur ‘surprise’ dalam memainkan berbagai karakter di dalamnya patut mendapat acungan jempol. Jika Anda terbiasa menonton drama Asia yang berkepanjangan semacam telenovela, maka buku ini bisa dikatakan merupakan versi miniseri kisah-kisah tersebut. 

what if  : ' Jessica as He Li '
Sebagai hasil tulisan pertamanya yang berupa novel, maka penulis memiliki ide-ide yang sangat luas untuk dikembangkan, namun ada beberapa kejanggalan yang muncul, detil-detil latar belakang yang tak disebutkan, sehingga para karakter bagai ‘boneka’ yang mendadak muncul dari dalam kotak, tanpa penjelasan lebih lanjut, turut meramaikan suasana, kemudian menghilang kembali di balik layar. Seakan penulis berusaha memasukan semua unsur serta ide secara bersamaan, akibatnya kisah ini sarat dengan keramaian serta keributan, namun emosi yang terlibat terasa dangkal, kurang mendalam untuk lebih mengenal karakter-karakter utamanya. 

Selain itu, yang juga mengganggu proses kenyamanan dalam membaca, entah mengapa di sana-sini, terjadi perpindahan seting, perpindahan karakter, tanpa ada tanda-tanda atau semacam prolog pembuka, dan ini masih dalam satu halaman, hanya berbeda paragraf. Selain membuat bingung, karena terjadi berkali-kali, terus terang membuatku agak jengkel. Entah ini memang merupakan saduran asli sang penulis yang memang suka ‘meloncat-loncat’ dalam penulisannya, atau ada editan dalam terjemahan yang dihilangkan tanpa membuat sebuah ‘sambungan’ yang mengenakan pembaca. Seperti ada sebuah paragraf yang hilang di antaranya ... 

what if : 'Lee Teuk as Du Xiao'
Maka sangat disayangkan, dengan ide serta plot yang sudah disusun, seharusnya kisah ini bukan sekedar drama – romance biasa, tapi bisa menjadi kisah drama thriller yang menakjubkan. Satu hal yang patut disoroti, penggunakan nama-nama lengkap karakter, cukup memudahkan pengenalan puluhan karakter yang bermunculan di sana-sini, karena jika mengikuti kisah drama Asia, biasanya tercampur dengan nama lengkap, nama julukan serta nama panggilan (yang akan membuat pembaca bisa semakin kebingungan, berbeda dengan acara televisi, yang mampu menggunakan acuan wajah masing-masing karakter sebagai pengenal satu dengan yang lain)....maka dari semula 4 bintang yang hendak kuberikan, terpaksa turun menjadi 3 bintang (^~^)

Note : saat berusaha mencari data tentang penulis, ternyata tidak ada dalam google search maupun wikipedia, dan sayangnya penerbit pun tidak mencantumkan biodata penulis. Sebagai penikmata bacaan, diriku selalu berusaha mencari tahu tentang penulis serta latar belakangnya, bisa mempermudah pemahaman tentang karya tulisnya. Bahkan cover asli buku ini pun cukup sulit mencarinya (penasaran mengapa penerbit mengeluarkan edisi terjemahan dengan cover K-Pop seperti SiWon dan Donghae dari SUJU), dan ternyata ada namun dengan judul berbeda yaitu 'There is A Love Called Obsession' ...

Best Regards, 
* Hobby Buku * 

Books "TWO KISSES FOR MADDY"

Judul Asli : TWO KISSES FOR MADDY
Copyright © 2012 by  Matthew Logelin
Penerbit Serambi Ilmu Semesta
Alih Bahasa : Nadya Andwiani
Editor : Muhammad Husnil
Cetakan I : Juli 2012 ; 432 hlm 

Dimulai dari tulisan di sebuah blog yang memicu respons lebih dari 40.000 pengunjung dalam satu hari, blog yang ditulis oleh Matt Logelin dengan judul 'Matt, Liz, and Madeline : Life and Death, All in a 27-Hours Period' - inilah sebuah kisah perjuangan manusia yang sangat menyentuh ...

Kisah kehidupan Matt Logelin ini pertama kali kudengar, saat ia muncul sebagai tamu di acara Oprah Winfrey Show 20 juni 2009, membahas tentang kisah hidupnya yang dituang dalam bentuk blog, yang pada akhirnya mampu menyentuh dan menimbulkan respose luar biasa seantero dunia. Sebuah kisah hidup anak manusia, yang bisa terjadi pada siapa pun, tapi mengapa yang satu ini mampu menggerakkan hati berbagai jenis manusia di luar sana ? Dengan penuh penasaran, diriku mencoba mencari tahu lebih dalam, dan ketika pada akhirnya mendengar kabar bahwa kisah pengalaman Matt telah dituangkan dalam bentuk buku ini akhirnya diterjemahkan oleh penerbit Serambi, maka hanya satu hal yang harus kulakukan, mencari dan membaca kisah ini ... 

Matt & Liz source )
Matthew ‘Matt’ Logelin serta Elizabeth ‘Liz’ Goodman adalah pasangan yang menjalani hubungan jarak-jauh sekian lama, namun justru hubungan antar keduanya semakin erat dan tak terpisahkan oleh jarak dan waktu. Pertemuan pertama mereka pada awal Januari 1996, saat keduanya masih menjalani masa-masa SMA di wilayah Minnesota. Matt adalah pemuda jangkung, pemalu dan pendiam, sedangkan Liz bertubuh mungil, cantik, lincah dan supel. Keduanya langsung tertarik satu sama lain, dan menjalin hubungan yang serius, mulai dari SMA, berlanjut hingga mereka harus melanjutkan kuliah di kota yang berbeda, hingga masing-masing tamat dan menempuh pekerjaan sekali lagi di negara bagian yang berbeda. 

Matt & Liz Logelinsource )
Sebagaimana pasangan lainnya, keduanya mengalami berbagai pasang-surut, terutama saat Liz lebih cepat mencapai posisi serta status mantap di pekerjaannya, sedangkan Matt masih berkutat dengan pendidikan lanjutannya. Liz adalah orang yang serius dan selalu merencanakan hidupnya dengan cermat sesuai jadwal serta target. Sedangkan Matt lebih cenderung santai dan selalu berusaha mencari waktu untuk menikmati kehidupannya, yang dianggap Liz sebagai ‘tanpa-perencanaan’ serta kegiatan ‘mubazir tanpa berpikir panjang’. Namun pada akhirnya setelah keduanya hidup bersama semenjak awal tahun 2002, maka Matt melamar Liz di Nepal pada tahun 2004, dan pada tanggal 13 Agustus 2005 keduanya menikah di kampung halaman Minneapolis, Minnesota.  

Matt, Liz & Maddy source )
Pada tahun berikutnya, Liz memutuskan keluar dari pekerjaannya yang berpenghasilan tinggi namun menyita waktunya, dan mencari pekerjaan lain yang bisa memberinya waktu berada di rumah mereka di Los Angeles. Matt akhirnya memperoleh pekerjaan mapan, yang mampu mengatasi keuangan keluarga, meskipun tak sebesar penghasilan Liz. Keduanya semakin mantap menjalani kehidupan sebagai pasangan suami-istri. Dan kebahagiaan mereka semakin lengkap saat Liz hamil pada Maret 2007. 

Liz & Maddysource )
Di masa awal-awal kehamilannya yang pertama, Liz mengalami episode mual dan muntah yang tak berkesudahan sepanjang hari, hingga dokter mereka harus memberikan obat khusus guna membantu memperingan kondisi Liz. Namun hal itu tidak terlalu membantu, hingga Liz tak mampu memasukan asupan nutrisi yang cukup ditambah dengan penurunan berat badan yang dialaminya seiring dengan pertumbuhan sang bayi. Keduanya disarankan berkonsultasi dengan dokter ahli untuk membantu pertumbuhan bayi mereka. Ketika diagnosa awal tidak bagus, mereka menjalani setiap nasehat serta saran sang ahli agar kondisi Liz serta bayinya mengalami perubahan.  Ketika hampir sebulan terapi berjalan, justru kondisi Liz semakin menurun, maka jalan satu-satunya Liz harus segera dirawat dan dipantau di rumah sakit hingga masa kelahiran sang bayi. Saat itu masih kurang lebih 9 minggu menjelang waktu kelahiran normal bayi mereka. 

Seiring dengan waktu, perkembangan kondisi Liz ternyata tidak membaik, sehingga pada akhirnya dokter memutuskan bahwa operasi caesar harus segera dilakukan karena kadar cairan ketuban Liz semakin rendah, sedangkan janin berkembang lebih pesat sehingga memakan ruang lebih di dalam janin.  Maka pada tanggal 24 Maret 2008, bayi Madeline Elizabeth lahir melalui operasi caesar sesuai prosedur, pada pukul 11.56 dengan berat 3 pon, 13,5 ons, panjang 17,25 inci. Segenap keluarga dekat serta sahabat dekat berkunjung mengucapkan selamat serta melihat kehadiran anggota baru keluarga Logelin dan Goodman dengan penuh syukur dan kebahagiaan. 

Matt & baby Maddysource )
Kegembiraan dan kebahagiaan Liz belum lengkap karena ia masih tidak diperbolehkan bangkit dan keluar kamarnya untuk menjenguk bayi Maddy. Dokter menyarankan agar ia menunggu pada hari berikutnya untuk memulihkan kondisi setelah operasi, kemudian jika ia terbukti sudah cukup kuat, maka ia boleh menjenguk Maddy di bangsal khusus bayi-bayi prematur. Selama 24 jam yang terasa sangat lama bagi Liz, ia harus tetap berbaring, tak sabar mendengar setiap berita serta foto-foto yang dibawakan oleh Matt tentang perkembangan bayi mereka. Matt harus mondar-mandir antara ruang khusus bayi dan kamar Liz, namun ia dengan penuh sukacita melakukannya, serta selalu berusaha menenangkan Liz  yang gelisah. 

Matt & baby Maddysource )
Dan akhirnya, keesokkan harinya sekitar menjelang pukul setengah tiga sore, Liz diperbolehkan bangkit dari pembaringannya selama berminggu-minggu, dan berjalan perlahan guna menjenguk dan memeluk bayi yang dirindukannya. Namun kejadian penuh semangat kegembiraan dan antusias itu segera berubah dengan cepat. Wajah Liz memucat, dan ia pingsan di depan kamarnya. Kejadian yang berlangsung kemudian terjadi begitu cepat, tak mampu dicerna langsung oleh Matt. Yang  jelas Liz kembali dibopong ke dalam kamar, berbagai teriakan serta alarm tanda darurat berbunyi, perawat serta dokter berlarian ke dalam kamar, keributan yang terjadi tak mampu terbayangkan olehnya. Hingga akhirnya keributan itu berhenti, sebuah kesunyian yang janggal berada di sekeliling Matt. Yang ia lihat hanyalah wajah-wajah sedih serta tangisan yang muncul di sana-sini. 

Matt & baby Maddysource )
Pada tanggal 25 Maret 2008, Elizabeth Logelin meninggal tanpa pernah sadar, 24 jam setelah kelahiran buah hatinya yang belum sempat dipeluknya. Meninggalkan sang suami yang masih tak mempercayai bahwa belahan jiwanya telah pergi meninggalkan dirinya, meninggalkan sosok mungil yang masih berjuang untuk hidup. Keluarga serta kerabat dan sahabat semua yang masih dalam suasana gembira, harus menghadapi kenyataan yang membuat siapa pun ‘shock’ akan kenyataan yang telah terjadi.

Jika Anda menanggapi kisah di atas sebagai ‘spoiler’  dan memutuskan tidak membaca bukunya, maka itu merupakan kesalahan pertama. Karena yang kuungkapkan dalam sinopsis diatas, belum mampu ‘menangkap’ jiwa yang dituangkan oleh penulis. Kisah tentang kehidupan dan kematian, tragedi serta kebahagiaan sejenis ini memang banyak terjadi di sekeliling kita. 

Lalu apa yang membuat kisah yang satu ini berbeda ? Karena Matt Logelin, sang penulis, terbiasa menulis kisah serta pengalaman hidupnya lewat blog. Dan para pembaca blognya serasa ikut serta terjun dalam kehidupan Matt. Terutama saat ia mencurahkan perasaan serta pikirannya selama mendampingi Liz di rumah sakit, menjelang kelahiran Maddy, hingga kematian Liz. Kehancuran hatinya, kehampaan yang dirasakan, niatnya untuk menghabisi nyawanya mengikuti Liz, hingga perjuangannya untuk bangkit dan menata satu demi satu kehidupannya demi makhluk mungil bernama Maddy. 

Matt & baby Maddy : 'just the two of us'source )
Untuk dapat membayangkan bagaimana pandangan Matt, inilah yang ditulis olehnya sebagai bagian ‘obituari’ Liz ...

Kehidupan dan kematian.
Dari momen terbahagia dalam hidup kami sampai ke yang tersedih.
Semuanya.
Hanya dalam waktu 27 jam.
Rasa sakitnya tak tertahankan.
Hancur bukan kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan kami.
Kerabat dan teman dari seluruh dunia datang ke rumah kami.
Menelepon.
Mengirim surel.
Menangis.
Setiap orang merasa sebagian diri mereka ikut mati bersama Liz.
Dia mencintai semua orang melebihi yang dapat kami bayangkan.
Dia meninggalkan kami dengan anugerah paling besar yang bisa dia berikan.
Seorang bayi perempuan yang sangat mirip dengan ibunya.
Dia akan menjadi yang pertama mengatakan bahwa segalanya baik-baik saja kelak.
Tolong cobalah untuk tidak menangis (kata si suami yang tak bisa berhenti meneteskan air mata)
Sebagai gantinya, pikirkan tentang Liz.
Ingatlah tawa itu.
Senyuman itu.
Cinta itu.
Aku tahu aku akan mengingatnya.
( from ‘Two Kisses fo Maddy’ by Matt Logelin | p. 164 - 165 )
Matt & baby Maddysource )
Dan setelah kematian Liz, Matt masih harus menjalani kehidupan yang sama sekali baru, bersama Maddy. Ia harus belajar menjaga serta merawat Maddy seorang diri. Meski banyak pihak menawarkan bantuan, namun Matt tetap berpegang bahwa Liz akan menghendaki dirinya berperan aktif dalam kehidupan Maddy sekaligus berusaha memasukan segala sesuatu tentang Liz pada Maddy, Matt harus berperan sebagai ayah sekaligus ibu bagi putri mungil mereka. 

Two Kisses fo Maddy ~ Japanese editionsource )


Lewat kisah ini tergambar pula bagaimana Matt harus mencari bantuan tentang cara-cara menangani bayinya, dan di luar dugaan, lewat blog pula ia menemukan kelompok orang-orang tak dikenal, yang nantinya akan menjadi pendukung, sahabat yang membantu segenap hati tanpa pamrih. Mulai dari pasangan lesbian hingga kaum wanita yang menamakan kelompoknya “CREEP” – yang selalu siap membela Matt dalam menghadapi orang-orang yang berpandangan negatif terhadap dirinya. Bantuan barang serta donasi pengumpulan dana dari mereka, yang pada akhirnya membuat Matt memiliki ide untuk melakukan ‘pay it forward’ dengan menyalurkan bantuan yang sama kepada siapa saja yang sebatang kara tanpa ada yang membantunya. 

Matt belajar memahami dirinya sendiri. Ia bahkan berhasil mengalahkan phobia-nya akan kebersihan yang membuatnya harus mencuci bersih tangan serta tubuhnya berkali-kali setelah makan, atau kegiatan lainnya. Namun ketika ia merawat Maddy, pada akhirnya ia belajar menerima setiap muntahan, kotoran yang dibuat oleh bayi mungilnya, setahap demi setahap, tanpa ketakutan untuk segera membersihkannya. 

“ Aku adalah seorang penggila kebersihan. Tapi anak-anak tidak bersih. Mereka mahkluk kecil kotor yang jorok, dan aku harus berdamai dengan fakta bahwa Maddy akan membuatku lengket, bersin ke arahku, dan menyeka ingusnya di seluruh tubuhku. Aku sedang memeluk Madeline pada suatu pagi, dan tanpa alasan yang jelas dia muntah. Ke sekujur tubuhku. Di sanalah aku berada, memeluk anak ini, dan pikiran pertamaku bukanlah meletakkannya lalu membersihkan diriku sendiri – yang pasti akan kulakukan sebelum dia lahir. Langsung saja kupastikan bahwa tak ada yang menghalangi jalan pernafasan putriku. Tubuhku penuh muntahan berwarna hijua, dan aku bahkan tidak peduli. Seandainya saja Liz ada di sana, dan menyaksikan kekacauan tersebut – dia pasti terpingkal-pingkal.” 
( from ‘Two Kisses for Maddy’ by Matt Logelin | p. 212 – 213 )
Matt & Maddysource )
Membaca baris demi baris, kata demi kata yang merupakan ungkapan kerinduan serta kesedihan sekaligus kasih sayang dan cintanya yang besar, tak mampu diungkapkan lebih lengkap lagi. Matt tak pernah melupakan besarnya kasih sayang Liz pada Maddy, sehingga ia selalu memberikan dua kecupan pada jarinya, yang kemudian disentuhkan pada dahi Maddy, itu adalah perwujudan dari ‘satu kecupan kasih dari Matt’ dan satu kecupan sayang dari Liz’ kepada Maddy....it’s ‘Two Kisses for Maddy’  

Tentang Penulis :
Matt Logelin, seorang suami yang kehilangan istri sekaligus ibu dari bayi mereka yang baru lahir, menuangkan curahan perasaannya lewat jurnalnya di blog, dan tulisan yang merupakan perjalanan hidupnya, telah menyentuh hati para pembacanya, hingga mencapai seantero dunia. 

Madeline 'Maddy' Logelinsource )
Kisah ini terus berlanjut karena Matt tidak mau menyerah pada kondisi buruk yang dihadapinya. Ia berjuang dengan susah payah menjadi seorang ayah sekaligus ibu bagi putrinya Maddy. Perjuangan Matt memperoleh dukungan maupun cemooh dari berbagai pihak. Namun pada akhirnya Matt tetap maju, menantang setiap halangan dan rasa takutnya, karena ia selalu teringat akan Liz, istrinya, yang semasa hidupnya merupakan pejuang ulet tak pernah mengenal rasa takut dan pantang menyerah jika sudah memperoleh suatu tujuan.  

Matt & Maddy Logelinsource )
Bersama sahabat serta keluarga, dibuatlah Liz Logelin Foundation – sebuah organisasi nirlaba yang menyalurkan dana serta bantuan pada orang-orang yang senasib dengan dirinya. Matt melakukan sesuatu yang berbeda demi mengenang kasih-cintanya pada Liz, dengan mencurahkan hidupnya pada Maddy serta menolong orang-orang yang terpuruk, kehilangan orang-orang terkasih mereka lewat organisasi tersebut, karena ia tahu bahwa itu yang akan dilakukan oleh Liz. 

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang kehidupan serta aktifitas Matt serta Maddy Logelin, silahkan langsung kunjungi situsnya di :


Best Regards, 
* Hobby Buku * 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...