Translate

Wednesday, July 31, 2013

UNFORGOTTEN GagasMedia : Books Reviews [ Part I ] + Giveaway [ Week 1 ]

Pada akhir Juni lalu, penerbit GagasMedia mengadakan event khusus dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-10 GagasMedia berupa ‘Kado Untuk Blogger’ dimana akan dipilih 30 blogger se-Indonesia yang berhak mendapat ‘buntelan-khusus’ berisi 10 buku pilihan dari penerbit. Sekedar iseng mencoba, ternyata di luar dugaan blog HobbyBuku terpilih sebagai salah satu Pemenangnya...Yipeeii !!!

Kemudian tiba saatnya untuk menentukan pilihan, buku-buku mana yang hendak kuambil, nah terus terang diriku sempat kebingungan karena terus terang referensi-ku untuk novel karya asli sangat terbatas (-_-) >> syukurlah ada banyak rekan BBI-ers yang merupakan ‘pakar’ dalam bidang ini, alhasil setelah berkonsultasi pada beberapa pihak, inilah pilihanku untuk buntelan dari GagasMedia.

Dalam peringatan ini, penerbit GagasMedia hanya meminta ‘imbalan’ berupa review minimal 1 (satu) buku dari ke-10 buku yang diberikan secara “Gratis” ini, namun semenjak awal diriku sudah berjanji untuk tetap membuat ke-10 review buku-buku tersebut. Berhubung kesibukan padat menjelang libur Lebaran, maka kupersembahkan 4 buku dari 10 buku yang sudah selesai kubaca, semoga review ini dapat memberikan masukan bagi sesama pembaca maupun penulis. Semuanya ditulis berdasarkan hasil pengamatan diriku sebagai penikmat buku, bukan sebagai ahli sejarah ataupun pakar perbukuan (^_^)

KADOUNTUKBLOGGER #1
Judul Asli : CATATAN MUSIM
Karya Tyas Effendi
Penerbit GagasMedia
Editor : eNHa
Proofreader : Patersia Kirnandita
Penata letak : Dian Novitasari
Desain sampul : Jeffri Fernando
Cetakan I : 2012 ; 270 hlm
Rate : 2,5 of 5

~ Review selengkapnya silahkan berkunjung di SINI ~


KADOUNTUKBLOGGER #2
Judul Asli : MENCARI TEPI LANGIT
Karya Fauzan Mukrim
Penerbit GagasMedia
Editor : Gita Romadhona
Proofreader : Alit Tisna Palupi
Penata letak : Wahyu Suwarni
Desain sampul : Jeffri Fernando
Cetakan I : 2010 ; 284 hlm
Rate : 2,5 of 5

~ Review selengkapnya silahkan berkunjung di SINI ~

KADOUNTUKBLOGGER #3
Judul Asli : REFRAIN – Saat Cinta Selalu Pulang
Karya Winna Efendi
Penerbit GagasMedia
Editor : Gita Romadhona
Proofreader : Christian Simamora
Penata letak : Wahyu Suwarni
Desain sampul : Jonathan Oh (edisi cover film)
Fotografi : Frans Hambali
Cetakan XVII : 2013 ; 318 hlm
Rate : 3 of 5

~ Review selengkapnya silahkan berkunjung di SINI ~

KADOUNTKBLOGGER #4
Judul Asli : CAMAR BIRU
Karya Nilam Suri
Penerbit GagasMedia
Editor : Gita Romadhona & eNHa
Proofreader : Gita
Penata letak : Wahyu Suwarni
Desain sampul : Dwi Annisa Anindhika
Cetakan II : 2013 ; 280 hlm
Rate : 3,5 of 5

~ Review selengkapnya silahkan berkunjung di SINI ~

Ok, sebelum kututup marathon review ini, sebagai tanda terima kasihku kepada penerbit GagasMedia dan juga para penikmat buku serta follower blog HobbyBuku, sebagian dari buntelan ‘Kado Untuk Blogger’ ini akan kuberikan sebagai GIVEWAY bagi siapa saja yang beruntung. Nah, tertarik untuk mendapatkan salah satu dari ke-4 buku diatas ? Caranya sangat mudah, simak petunjuk dibawah ini :

Syarat & Ketentuan :
  • Follow blog HobbyBuku via e-mail (pastikan Anda mengikuti prosedur dan konfirmasi hingga akhir).
  • Khusus untuk Peserta ber-domisili di Indonesia (atau wilayah yang terjangkau oleh ekspedisi)
  • Event ini berlangsung mulai tanggal 31 Juli – 31 Agustus 2013.
  • Hadiah Tambahan : khusus bagi peserta yang mengikuti serta menjawab setiap pertanyaan yang muncul setiap minggu.
Prosedur :
  • Tersedia 4 buku untuk 4 orang Pemenang yang akan diundi setiap minggu.
  • Setiap minggu akan ada pertanyaan yang harus dijawab, dan pada minggu terakhir, peserta yang menjawab semua pertanyaan yang diberikan setiap minggu, akan berhak mendapatkan 1 (satu) buku terbitan GagasMedia khusus dari koleksi HobbyBuku (jika pemenang lebih dari satu orang, maka akan diundi) | PS : pastikan kalian mencantumkan alamat e-mail pada kolom komentar saat menjawab setiap pertanyaan.
  • Seluruh hadiah akan dikirim pada akhir event ini, jika Pemenang Terpilih tidak melakukan konfirmasi ualng via email dalam waktu 2x24jam setelah diumumkan, maka akan dilakukan pengundian ulang untuk memilih pemenang lain.
Nah, jika sudah cukup jelas untuk Syarat & Ketentuan serta Prosedurnya, maka Giveway ini akan dibuka dengan pertanyaan pertama, silahkan langsung menjawab di kolom komentar di bawah postingan ini ya :
[ Pertanyaan 1 ]
~ 31 Juli - 7 Agustus 2013 ~
Karena kesibukan, diriku jarang sempat melakukan blogwalking satu demi satu, maka pada kesempatan kali ini mari kita berkenalan (^_^)
  • My nickname : HobbyBuku, but my friend can call me Maria
  • Domisili : di Surabaya, kota yang puanas tapi terkenal enak-enak lho kulinernya
  • Status : single, masih mencari calon sekaligus donatur yang bersedia memberikan mas kawin berupa perpustakaan pribadi (^_^)
  • Kegemaran : selain baca buku-beli buku-koleksi buku-jalan-jalan ke toko buku, berusaha menjadi blogger profesional (yang lumayan susah atur waktunya *sighs*), belajar menulis review yang lebih baik, nonton marathon dvd (yang akhir-akhir ini agak sulit karena tidak ada waktu), culinary foodie alias icip-icip tempat makan yang yummy (^_^)
  • Bisa dihubungi via e-mail : hobbybuku(at)gmail(dot)com | twitter : @HobbyBuku | FB : HobbyBuku
  • Nah, sekarang giliran kalian, dan jika kebetulan memiliki blog, silahkan cantumkan back-link menuju situs/blog kalian supaya dapat ku-follow kembali (^_^)
PS : Jika sudah melakukan pendaftaran, silahkan menjawab Pertanyaan Periode II di SINI 

Best Regards,
* Hobby Buku *


Tuesday, July 30, 2013

Books "THE TENNIS PARTY"

Books “PESTA TENIS”
Judul Asli : THE TENNIS PARTY
Copyright © Madeleine Wickham 1995
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Nurkinanti Laraskusuma
Cover by Marcel A.W.
Cetakan I : Juli 2013 ; 352 hlm
Rate : 3,5 of 5

Ini adalah sebuah kisah ‘pendek’ yang penuh dengan adegan dramatis, intrik serta konflik seru hingga tak terasa waktu berlalu sedemikian cepat. Bagaikan sebuah ‘kotak pandora’ yang terbuka, rahasia-rahasia kelam yang tersimpan dalam benak masing-masing karakter, terbuka lebar dan menunjukkan sifat asli dari setiap jenis ‘topeng’ yang selama ini terpampang pada penampilan luar, mengundang rasa kagum sekaligus iri, tanpa menyadari bahwa mereka semua memiliki kesamaan : manusia dengan kelebihan dan segala kekurangannya ...

Pasangan Patrick dan Caroline Chance termasuk golongan ‘Orang Kaya Baru’ (OKB) yang kini menempati kediaman mewah nan luas di Bindon, wilayah pedesaan elite di Inggris. Keduanya memiliki penampilan serta sifat yang bertolak-belakang, namun sejauh ini hidup bahagia bersama putri tunggal yang keras kepala bernama Georgina. Kisah ini dimulai ketika pasangan Chance mengundang 3 pasangan keluarga lainnya dalam sebuah ‘tennis-party’ untuk menghabiskan waktu dan bersosialisasi ala kalangan kaum atas.

Thursday, July 25, 2013

Books "WEDDING NIGHT"

Books “MALAM PENGANTIN”
Judul Asli : WEDDING NIGHT
Copyright © by Sophie Kinsella 2013
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Nurkinanti Laraskusuma
Cover by eMTe
Cetakan I : Juli 2013 ; 592 hlm
Rate : 3,5 of 5

Just imagine this : Makan malam di restoran mewah dengan penampilan spesial, suasana romantis, dan menjelang penghujung acara, sang pria berlutut di hadapan sang kekasih, mengeluarkan kotak berisikan cincin pertunangan,dan berkata : “Would You Marry Me ?” ___ I guess it’s (almost) in every woman’s dreams who already having long-term relationship with their partner. Tapi bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya, bukan sebuah happy-ending, melainkan ‘bencana’ serta ‘tragedi’ memalukan yang akan tercatat dalam sejarah kehidupan yang menimbulkan trauma serta luka-hati menganga tanpa ada ‘band-aid’ yang cukup besar untuk menutupinya ?

Sunday, July 21, 2013

Books "VISION IN WHITE"

Books “PERNIKAHAN IMPIAN”
Judul Asli : VISION IN WHITE
( book 1 of BRIDE QUARTET )
Copyright © 2009 by Nora Roberts
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Dharmawati
Cover by Marcel A.W.
Cetakan I : April 2013 ; 432 hlm
Rate : 3 of 5

Mackenzie “Mac” Elliot, Parker Brown, Emmaline “Emma” Grant, Laurel McBane, empat orang wanita yang telah bersahabat semenjak remaja, dan kini mereka berkumpul dan bekerja sama sebagai ‘wedding-planner’ yang terkenal di wilayah Connecticut : VOWS. Masing-masing wanita ini memiliki keahlian tersendiri yang membuat VOWS menjadi usaha profesional sekaligus prestisius karena klien-klien yang puas dengan pelayanan kelas satu. Parker sebagai penggagas ide dan penggerak, berperan penting sebagai direktur operasional sekaligus manajemen perusahaan. Emma yang memiliki kreatifitas seni dalam merangkai bunga, berperan dalam pengambil keputusan untuk dekorasi dan florist. Laurel yang artis yang gemar memasak, berada di posisi sebagai pastry-chef dan kue pengantin. Sedangkan Mac yang memiliki mata jeli, merupakan fotografer yang merekam berbagai adegan menarik yang akan memuaskan setiap pelanggan untuk mengenang perayaan istimewa mereka.

Books "OUT"


Books “BEBAS
Judul Asli : OUT
Copyright © 1997 by Natsuo Kirino
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lulu Wijaya
Cetakan II : Mei2007 ; 576 hlm
Design & Cover by Satya Utama Jadi
Cover photograh © by Dylan Collard
Rate : 3,5
[ Reblogged from HobbyBuku's Mystery Stories ]

Novel suspense karya penulis Jepang senantiasa menghadirkan nuansa yang menarik sekaligus mencekam, perpaduan antara kriminalitas denga dunia semi-supranatural sebagaimana keyakinan dan kepercayaan yang masih dipegang erat oleh masyarakat Jepang. Saat melihat novel ini, satu hal yang sangat menarik perhatianku, desain sampul yang merupakan kombinasi ilustrasi serta fotografi yang unik, disertai sinopsis yang tak pelak mengundang rasa penasaran. Sayangnya novel ini sudah cukup langka dan sulit ditemui, and thanks to mbak Astrid maka akhirnya kesempatan untuk ‘menikmati’ bacaaan yang mendapat rekomendasi kategori ‘gory’ dari beberapa rekan yang sudah membacanya, kini dapat pula dialami ...

Kisah ini dibuka dengan adegan kegiatan buruh pabrik yang merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang berkembang di Jepang. Sebagaimana negara yang maju dan berkembang, salah satu penopang perekonomian dapat dilihat pada distrik industri, pabrik-pabrik yang tetap memperlakukan jam kerja penuh selama 24 jam, hingga ada pekerja shift pagi sesuai jam kerja normal, dan ada pula pekerja shift malam yang memulai tepat pukul 12 malam hingga menjelang pagi. Dari sekian banyak buruh dan pekerja kasar inilah, kisah kehidupan manusia dituturkan melalui sosok 4 orang wanita yang berbeda latar belakang dan kehidupan masing-masing, berteman karena sama-sama menjalani pekerjaan berat di pabrik makanan kotakan, hingga sebuah peristiwa mengerikan memicu rangkaian kejadian yang merubah total kehidupan mereka.


Masako Kotori (40 tahun-an)– yang tegas, selalu siap membantu teman, terutama dalam masalah keuangan, namun menjalani kehidupan yang sunyi dalam rumah tangganya ; Yayoi Yamamoto (30 tahun-an) – paling cantik dan menarik, namun menanggung beban karena suami yang suka berjudi dan menyiksa dirinya secara fisik ; Kuniko Jonouchi (29 tahun) – wanita yang selalu berpenampilan mewah dan menyolok, egois, dan sangat boros, hidup diluar batas kemampuan keuangannya dengan berhutang di sana-sini ; Yoshie Azuma (60 tahun) – janda yang terbebani untuk merawat dan memberi nafkah putri serta mertuanya yang invalid karena stroke. Masing-masing berusaha mempertahankan keamanan serta kestabilan yang mereka dapatkan, terutama pekerjaan berat dengan pemasukan yang cukup besar, jika saja kehidupan tidak berlaku sangat kejam terhadap mereka.

Masako hidup dengan suami dan seorang putra yang satu sama lain tak pernah lagi saling berkomunikasi meski hidup di bawah atap yang sama. Bagaikan orang asing yang tinggal di kamar-kamar sewa masing-masing, ketiganya berada di ujung jurang perpisahaan yang semakin lama semakin melebar dan dalam. Kuniko menganggap rendah pasangan hidupnya, yang tak mampu memuaskan dirinya secara seksual maupun keuangan, hingga suatu hari pria tersebut akhirnya menyerah terhadap tuntutan Kuniko dan ‘melarikan diri’ dengan membawa seluruh uang simpanan dan tabungan bersama. Yoshie menjalani kehidupan serta berjuang demi kedua putrinya, yang satu demi satu mengecewakan harapan serta impian masa depan yang lebih baik, dan memilih kehidupan yang justru menjerumuskan mereka dalam belitan kesulitan demi kesulitan, ditambah dengan beban harus merawat mertua yang sama sekali tak disukainya, bagai duri dalam daging. Sedangkan Yayoi, menikah dengan pria pujaan hatinya dan menentang larangan keluarganya, kemudian mendapati pria yang ia pilih ternyata benar-benar ‘brengsek’ dan semena-mena. Dan suatu hari, salah satu dari keempat wanita itu mengambil keputusan untuk ‘bebas’ dari segala beban yang melanda dirinya ...

Yayoi membunuh suami sebelum ia kembali dipukuli setelah sang suami menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk berjudi demi memenangkan wanita penghibur kelas atas. Permasalahan selanjutnya, bagaimana ia menyingkirkan mayat sang suami tanpa diketahui siapa pun ? Maka ia meminta bantuan Masako yang selalu siap membantu teman-temannya. Masako bersedia ‘melenyapkan’ mayat suami Yayoi, dan meminta bantuan Yoshie yang berhutang besar kepadanya, untuk memotong-motong dan membuang mayat tersebut hingga tak dapat ditemukan oleh siapa pun. Hal ini tidak akan terbongkar seandainya saja kegiatan tersebut dapat dirahasiakan dari Kuniko,yang akhirnya juga dilibatkan meski pada akhirnya wanita yang egois, pemalas dan tamak ni pula yang membawa kehancuran serta terbongkarnya rahasia tersebut. Dimulai dari ditemukannya potongan-potongan mayat disebuah taman umum, yang merujuk pada suami Yayoi yang telah dilaporkan hilang kepada pihak berwajib.

Kecurigaan awal jatuh pada diri sang istri, terutama ketika diketahui ia akan mewarisi sejumlah besar uang asuransi kematian sang suami. Namun bukti lain membawa pihak berwajib pada sosok yang memiliki latar belakang kriminal. Ia adalah pemilik klub dimana suami Yayoi berjudi dengan hutang besar dan selalu mengganggu primadona klub hingga dihajar keluar klub oleh sang pemilik, tepat pada malam ia lenyap tanpa jejak, hingga potongan tubuhnya ditemukan. Pria perlente yang dikenal dengan nama Mitsuyoshi Satake (43 tahun) pemilik klub terkenal Mika, ternyata pernah ditahan sehubungan pembunuhan keji melibatkan seorang wanita, yang diperkosa dan disiksa dengan cara ditusuk-tusuk sedemikian rupa hingga akhirnya tewas kehabisan darah. Setelah keluar dari penjara, ia mengganti namanya, membuang segala sesuatu yang berkaitan dengan masa lalunya, dan membangun karir yang membuatnya menjadi sosok kaya-raya nan misterius. Dan kini, masa lalunya kembali menghantui dirinya, dan menghancurkan reputasi serta kehidupan baru yang susah payah telah ia bangun. Ketika pada akhirnya pihak berwajib tak mampu menyajikan bukti konkret untuk menahannya, Satake bebas untuk melancarkan misi baru : membalas dendam pada pelaku pembunuhan sebenarnya yang telah menghancurkan kehidupannya ...

Kisah yang lumayan menegangkan sekaligus membuat miris dengan adegan-adegan yang diungkapkan secara gamblang oleh penulis, tak berbeda jauh dengan novel thriller ala penulis Amerika seperti karya Thomas Harris yang mengambil sosok psikopat Hannibal Lecter – yang bukan saja membunuh dan menyiksa korbannya, melainkan juga menyantapnya. Perbedaan nyata antara novel-novel serupa karya penulis Barat, Natsuo Kirino menuturkan kisah dengan mengambil latar belakang orang-orang biasa yang tampak normal dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah kaum wanita pekerja yang statusnya berada di jenjang terendah dalam kehidupan masyarakat terutama di Jepang. Terlepas dari peran dan tanggung jawab mereka sebagai ibu rumah tangga, mereka juga harus mencari nafkah bagi keluarga, di kala sang kepala keluarga tidak mampu diharapkan lagi. Pembunuhan yang terjadi tanpa berpikir, semata-mata karena rasa takut, ngeri sekaligus amarah yang meledak akibat beban yang ditanggung sekian lama, disertai perencanaan dan perbuatan secara ‘dingin’ oleh Masako, hingga konspirasi yang dilakukan antara keempat wanita tersebut, semuanya merupakan latar belakang yang cukup menarik untuk disimak lebih lanjut. Apakah mereka semuanya termasuk kategori psikopat pula, atau hanya merupakan manusia biasa yang depresi dan ‘meledak’ di saat emosi mengambil alih pikiran sehat ?

Tentang Penulis :
Natsuo Kirino lahir pada 7 Oktober 1951 di Kanazawa, Ishikawa Perfektur, Jepang. Dia dengan cepat membangun reputasi di negaranya sebagai novelis dan penulis kisah misteri dengan bakat yang langka, dengan menyajikan karya-karya yang berbeda dengan genre kisah kriminal pada umumnya. Hal ini dibuktikan saat dia memenangkan berbagai penghargaan prestisius dalam bidang literatur, mulai dari penghargaan Japan’s Grand Prix untuk kategori Fiksi Kriminal (Crime Fiction) di Jepang pada tahun 1998 untuk novelnya ‘Out’ dan Naoki Award (penghargaan tertinggi di dunia literatur Jepang) untuk novelnya ‘ Soft Cheeks’ di tahun 1999. Beberapa karyanya telah diadaptasi ke layar lebar, dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa, terutama bahasa Inggris. Novelnya ‘Out’ merupakan novel pertama yang diterjemahkan dan diterbitkan dalam edisi berbahasa Inggris, hingga memperoleh nominasi dalam Edgar Award, dan telah diadapatasi pula ke layar lebar dalam versi Jepang disutradarai oleh Hideyuki Hirayama, dan saat rilis di tahun 2002 mendapat review serta tanggapan yang cukup ramai. Hak cipta kisah ini juga telah dibeli oleh New Line Cinema untuk dibuat film layar lebar versi Amerika dengan sutradara Hideo Nakata.

[ more about this author and related books, just check at here : Natsuo Kirino | on Wikipedia | on Goodreads | on IMDb ]

Best Regards,



Saturday, July 20, 2013

Books "NORWEGIAN WOOD"

Books ”NORWEGIAN WOOD”
Judul Asli : NORUWEI NO MORI
Copyright © 1987 Haruki Murakami
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Yul Hamiyati
Desain sampul : Aldy Akbar
Lay-out : Wendie Artswenda
Cetakan IV : Mei 2013 ; 423 hlm
Rate : 4 of 5

Mendengar nama Haruki Murakami merupakan gabungan antara rasa ‘penasaran’ sekaligus ‘ngeri’ karena karya-karya beliau bukan saja diakui oleh dunia literatur Internasioanl, melainkan juga termasuk dalam kategori ‘unik-aneh-tidak mudah untuk dipahami’ – maka harap dimaklumi jika baru kali ini diriku memberanikan diri membaca bukunya yang kebetulan diterbitkan ulang oleh penerbit KPG. Dan salah satu alasan lain mengapa diriku akhirnya ‘berani’ mencoba, karena sang penerjemah tidak lain Mr. Jonjon Johana yang sudah kukenal lewat karya terjemahannya seperti Shin Suikoden dan Botchan (yang cukup bagus pula hasilnya).

Buku setebal 400 halaman ini mampu kuselesaikan dalam tempo 2 hari, dan meski kisahnya dapat dikatakan sangat-sangat aneh, dan menggambarkan dunia manusia yang ‘sakit’ dengan pemikiran yang kelam dan cukup vulgar dalam membahas tema-tema yang terbilang tabu (terutama bagi masyarakat Asia), anehnya terdapat suatu ‘keindahan’ yang unik dalam rangkaian kata-kata serta kalimat percakapan yang acapkali mengundang tawa (antara geli sekaligus tersipu malu, mungkin juga sempat bikin warna wajaku jadi ‘blushing’ – untungnya tidak membaca di tempat umum). 


Secara singkat kisah ini merupakan perjalanan kenangan pria bernama Toru Watanabe yang kala itu berada di dalam pesawat menuju Jerman, dan mendengar lagu ‘Norwegian Wood’ yang dipopuleran oleh band ternama Beatles, hal ini mengingatkan Toru akan sosok wanita yang berada di dalam benak serta pikirannya selama bertahun-tahun, wanita bernama Naoko – kekasih sahabatnya, sekaligus kekasih hatinya yang tak pernah mendapat sambutan lebih dalam karena kondisi Naoko yang ‘sakit’ hingga menjelang ajalnya. Naoko dan Kizuki adalah sahabat Toru semasa SMA, kedekatan hubungan antara ketiga orang yang berbeda karakter serta sifat ini mengalami guncangan berat ketika Kizuki melakukan bunuh diri sebelum lulus sekolah, tanpa ada pertanda sebelumnya, tanpa meninggalkan pesan apa pun.

Kedekatan antara Toru dan Naoko terputus dengan sendirinya, masing-masing berusaha meneruskan perjalanan hidup dan masa depan yang dipilih, hingga nasib membawa keduanya bertemu saat sama-sama menempuh kuliah. Toru memendam rasa ‘cinta’ yang unik terhadap Naoko, bagaikan sebuah pengabdian tersendiri pada sosok yang ia anggap sempurna. Naoko sendiri menyukai Toru, namun tidak sama dengan kesukaannya terhadap Kizuki, yang senantiasa membayangi benak Naoko. Nantinya akan terungkap bahwa hubungan antara Naoko dan Kizuki ternyata ‘tidak-senormal’ pandangan umum, termasuk Toru yang tak pernah menduga adanya keanehan antara kedua sahabatnya. Dengan menggunakan seting pada masa tahun 1960-an, dimana terjadi pergolakan pada kaum muda-mudi, terutama di Jepang, yang kerap melakukan demonstrasi menentang birokrasi serta pemerintahan, munculnya pengaruh asing serta paham komunis, membuat suasana yang senantiasa meresahkan dan penuh gejolak. 

Toru Watanabe pada dasarnya adalah pemuda biasa-biasa saja, cukup jujur serta blak-blakan dalam mengutarakan pemikirannya, namun memiliki sedikit kelemahan : ia mudah tertarik dan  terpengaruh pada sosok manusia yang ‘berbeda’ (tersirat pula pada bacaan yang disukainya, mulai The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald, The Centaur karya John Updike, The Magic Mountain karya Michael Mann hingga Catcher In The Rye karya JD Salinger.) Terlihat pada persahabatannya dengan Nagasawa – pemuda dari keluarga kaya raya yang suka bersenang-senang dan tak pernah serius dengan wanita, meski memiliki kekasih yang cantik dan setia, disusul dengan perkenalan sekaligus hubungan unik dengan Midori Kobayashi – teman sekelasnya di mata kuliah drama.

Novel-novel Jepang memang banyak yang terbilang ‘aneh’ jika menyangkut tema berkaitan dengan sosial budaya dan pemahaman tentang hubungan seksual antar manusia. Kemungkinan karena situasi yang membuat mereka hidup dalam ‘ketertutupan’ pada masa-masa sebelumnya, bahwa topik seks merupakan hal yang tabu bahkan bagi pasangan suami-istri, maka berbagai ungkapan yang dilontarkan secara ‘blak-blakan’ membuat kesan tersendiri bagi novel karya penulis Jepang. Dari beberapa karya penulis Jepang yang cukup ternama dalam dunia sastra dan literatur yang sudah kubaca, kebanyakan mampu menimbulkan ‘rasa-muak’ sekaligus ‘jijik’ dalam membayangkan ‘adegan-adegan-absurb’ yang berusaha ditampilkan oleh para penulis ini ... anehnya meski Norwegian Wood hampir sebagian besar juga ‘mengungkapkan baik adegan ‘nyata’ maupun ‘impian’ yang aneh-aneh – tidak muncul kesan yang sama. 

Hingga menjelang akhir, hanya dua hal yang muncul di benakku. Yang pertama adalah rasa ‘kasihan’ pada para ‘penderita-penyakit-jiwa’ yang dimunculkan melalui rangkaian karakter yang unik-unik : gay-lesbian-frigid-dominator-sexual-complulsive hingga obsesif-compulsif. Akan tetapi dalam perjalanan sepanjang kisah yang bagaikan menaiki ‘roller-coaster’ emosional yang labil ini, sebuah kenyataan menyentak pikiranku : apa bedanya antara manusia normal dengan manusia tidak normal ? Coba simak dialog saat Toru mengunjungi institusi untuk pasien sakit jiwa....
“Apakah ia seorang dokter atau pasien?” | “Menurutmu yang mana?” | “Aku tak bisa membedakannya sama sekali. Tetapi toh ia tidak terlihat waras.” | “Ia dokter.” | “Kelihatannya kalau pasien dan staf ditukar posisinya seimbang, ya.” | “Betul sekali. Tampaknya kamu sudah mulai memahami sistem di dalam masyarakat. Yang waras dari kami ... Adalah kami tahu bahwa kami tidak waras.”
Hal kedua yang membuatku penasaran, mengapa penulis tidak mengungkap secara gamblang apa penyebab ‘penyakit’ yang diderita oleh para tokoh dalam kisah ini, seperti apa penyebabnya, mengapa hal tersebut terjadi, bagaimana pemulihan atau penyelesaiannya ? Semuanya diserahkan pada pemikiran dan kebebasan pembaca untuk berusaha menafsirkan makna dan pesan-pesan penting yang bisa diambil. Dan sekali lagi diriku terbentur dalam rangkaian pertanyaan baru yang bermunculan, bagai sebuah teori yang terjawab untuk memunculkan sebuah pertanyaan baru lainnya ... Hingga sebuah kalimat yang telah beberapa kali dicantumkan namun tak segera masuk dalam ‘benak-ku’ – kalimat yang pada intinya mengingatkan bahwa hitam dan putih adalah serupa tapi tak sama, Analisa dan logika memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, namun jangan pernah lupakan untuk ‘berhenti’ dan menikmati ‘keindahan’ yang disajikan di sekeliling kita. Jika tidak mampu menyadari hal tersebut, maka kita tidak akan pernah “HIDUP / MATI” __ So, I just enjoy it this book, even most of them still gave me such huge confusing and unanswers questions. I gave 4 stars just for the ‘beautiful-works’ about honesty of the dark-side inside human-being.
“Kematian bukanlah faktor yang menetukan untuk mengakhiri Hidup. Kematian hanya merupakan salah satu dari banyak faktor yang membentuk Hidup. Kematian bukanlah lawan Kehidupan, tetapi Ada sebagai bagian darinya. Dan itu adalah suatu kebenaran.” [ p. 396 – 397 ]

[ more about this author, books and related works, just check on here : Haruki Murakami | Norwegian Wood (Novel) | Norwegian Wood (Movie Adaptation) | Norwegian Wood (Movie's Site) | Norwegian Wood (Song)on Wikipedia | on Goodreads ]

‘Norwegian Wood (This Bird Has Flown)’ Song Lyrics by Beatles
I once had a girl, or should I say, she once had me... 
She showed me her room, isn't it good, norwegian wood? 

She asked me to stay and she told me to sit anywhere, 
So I looked around and I noticed there wasn't a chair. 

I sat on a rug, biding my time, drinking her wine 
We talked until two and then she said, "It's time for bed" 

She told me she worked in the morning and started to laugh. 
I told her I didn't and crawled off to sleep in the bath 

And when I awoke, I was alone, this bird had flown 
So I lit a fire, isn't it good, norwegian wood.

[ source : Norwegian Wood - Beatles

Best Regards,




Thursday, July 4, 2013

HOBBYBUKU'S COLLECTIONS PRESENT : "GARAGE-SALE" [ Part II ]

CUCI-GUDANG LEMARI HOBBYBUKU [ Tahap II ]

URGENTLY WANTED : For New Mommy and Daddies for My Childrens !!! Looking for Loveable Book Mania. Please Adopt My Babies (^0^)

Kegemaran jalan-jalan di toko buku selalu berdampak pulang menenteng kantongan belanjaan berisi 2-3 buku, yang alhasil setelah tiba di rumah, bergabung dengan tumpukan lain yang belum sempat terbaca, apalagi dibuka sampulnya (-_-) *pengakuan-dosa* dan setelah menimbang-nimbang dengan berbagai acuan dan saran ‘kata-hati’ dan karena tidak tega melihat penderitaan sang lemari yang makin ‘doyong-miring’ akibat keberatan tumpukan, sembari menunggu ‘turun-nya wangsit’ maka diambillah sebuah KEPUTUSAN.

Berhubung pertambahan timbunan bukuku tidak sebanding dengan perbesaran kapasitas lemariku (sayang tidak punya kantong ajaib Doraemon) , maka dengan berat hati, diriku terpaksa melepas sebagian besar koleksi untuk memberi tempat bagi pendatang baru yang masih ‘homeless’ di dalam kardus *sigh* --- so, without further due, here is some of my “Garage Sale” Collection :


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...